Sabtu, 24 November 2018

P3K



P3K



Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik. Ini berarti pertolongan yang bukan sebagai tindakan yang sempurna, tetapi hanya berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh personal P3K (petugas medik atau orang awam) yang pertama kali melihat korban. 

Pemberian pertolongan harus secara cepat dan tepat dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada di tempat kejadian. P3K yang dilakukan dengan benar-benar akan mengurangi kesalahan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi jika tindakan P3K dilakukan tidak baik bahkan bisa memperburuk akibat kecelakaan bahkan menyebabkan kematian. 

Tujuan P3K

Tujuan dari P3K adalah sebagai berikut: 

Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian: 
1. Memperhatikan kondisi dan keadaan yang merusak korban. 
2. Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) jika perlu. 
3. Mencari dan mengundurkan pendarahan. 

Mencegah cacat yang lebih berat (mencegah kondisi memburuk): 
1. Mengadakan diagnosa. 
2. menghubungkan korban dengan prioritas yang logis. 
3. Memperhatikan kondisi atau keadaan (penyakit) yang tersembunyi. 

Menunjang penyembuhan: 
1. Mengurangi rasa sakit dan rasa takut. 
2. Mencegah infeksi. 
3. Merencanakan pertolongan medis dan transportasi korban dengan tepat. 

Prinsip Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

Banyak prinsip yang harus ditanamkan pada jiwa petugas P3K 
Bersikaplah tenang, jangan pernah panik. Anda diharapkan menjadi penolong bukan perjuangan atau menjadi korban selanjutnya (ditolong). 
b. Gunakan mata dengan jeli, kuatkan hatimu karena Anda harus tega melakukan tindakan yang membuat korban menjerit kesakitan untuk memastikan, melakukan gerakan dengan tangkas dan tepat tanpa menambah kerusakan. 
c. Melihat keadaan sekitar kecelakaan, cara penulisan kecelakaan, cuaca dan lain-lain. 
d. Mencintai keadaan penderita seperti pingsan, ada perdarahan dan luka, tulang patah, perasaan sangat kesakitan dan lain-lain.
e. Periksa pernafasan korban. Jika tidak bernafas, periksa dan bersihkan jalan nafas lalu berikan pernafasan bantuan (A, B = Saluran nafas , manajemen pernapasan ). 
f. Periksa nadi atau denyut jantung korban. Kalau hati berhenti, lakukan pijat jantung luar. Jika ada perdarahan berat segera hentikan (C = Manajemen sirkulasi ). 
g. Apakah syok pasien? Kalau shock cari dan atasi penyebabnya. 
h. Setelah A, B, dan C stabil, periksa ulang masalah penyebab atau penyerta. Jika ada patah tulang lakukan pembidaian pada tulang yang patah. Jangan buru-buru atau pergilah ke klinik atau rumah sakit sebelum tulang yang patah dibidai. 

Prioritas Pertolongan

Ada beberapa prioritas utama yang harus dilakukan oleh penolong dalam menolong korban yaitu: 
a. Henti napas 
b. Jantung Henti 
c. Pendarahan berat 
d. Shock 
e. Ketidaksadaran 
f. Pendarahan ringan 
g. Patah tulang atau melatih beberapa saat 

Saat korban Korban

pastikan korban ABC sudah stabil, kalau perlu lakukan RJP . Mengadakan diagnosa (mendapatkan informasi tentang keadaan korban). 
1. Riwayat, yaitu cerita tentang bagaimana kematian itu terjadi, bagaimana cedera atau didera yang didera. Bertemu dengan korban saat sadar dan atau melihat mata.
2. Petunjuk luar, semua petunjuk yang mungkin ada pada korban seperti catatan medis korban, obat-obatan yang dibawa korban. 
3. Keluhan, adalah sesuatu yang dirasakan atau dialami oleh korban seperti mual, nyeri panas, dingin atau lemah. Hal itu harus ditanyakan dan dicocokkan dengan mendiagnosa lainnya. 
4. tirai, cium dan raba selama pemeriksaan korban (pemeriksaan dari ujung rambut sampai ujung kaki). 
5. melakukan perawatan dan perawatan terhadap hasil diagnosa sesuai dengan prioritas pertolongan. 

Keluhan dan gejala Sakit atau derita
a. Keluhan yang mungkin diungkapkan korban : misalnya: nyeri, takut, panas, tidak dapat mendengar secara normal, hilang penginderaan, penginderaan abnormal, haus, mual, perih, mau pingsan, kaku, tidak sadar sebentar, lemah, gangguan daya ingat, pening, tulang terasa patah.
b. Gejala yang mungkin dilihat (ekspresi): misalnya: cemas dan nyeri, gerakan dada abnormal, berkeringat, luka, pendarahan dari liang tubuh, bereaksi bila disentuh, bereaksi atas ucapan, lebam, warna kulit abnormal, kejang otot, bengkak deformitas (kelainan bentuk), benda asing, bekas suntikan, bekas gigitan, bekas muntahan, dan lain-lain.
c. Gejala yang didapatkan dari perabaan: misalnya: lembab, suhu tubuh abnormal, nyeri dan luka lunak bila disentuh, pembengkakan, deformitas (perubahan bentuk ke yang buruk), ujung-ujung tulang bergeser.
d. Kunci yang mungkin didengar. misalnya: nafas sempit atau sesak, rintihan, suara hisapan, keputusan saat disentuh, reaksi atas ucapan. 
e. Tekanan yang mungkin dicium: misalnya: Aseton, alkohol, gas atau uap, asap atau terbakar. 

Dan perawatan
PERLAKUAN TERSEBUT DIBERIKAN ATAS KONDISI ATAS KONDISI DANA, ANDA bisa: 
a. Membawa korban ke tempat yang aman dan nyaman untuk beristirahat. 
b. Ganti rumah sakit atau pihak membuang. 
c. Atur evakuasi dan transportasi korban ke rumah sakit. 
d. Menyaring keluarga korban. 
e. Mengijinkan korban pulang.

Renang Gaya Dada

Renang Gaya Dada

1. PENGERTIAN

Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas.

2. SEJARAH

Manusia sudah berenang gaya dada sejak Zaman Batu seperti digambarkan dalam lukisan di Gua perenang , dekat Wadi Sora, Mesir barat daya. Gerakan kaki gaya dada diperkirakan meniru gerakan berenang katak. Di lukisan dinding yang dibuat orang Assyria dan lukisan relief yang ditemukan di Babilonia.
Pada tahun 1538, seorang profesor ilmu bahasa berkebangsaan Jerman bernama Nicolas Wynman menerbitkan buku berenang yang pertama, Colymbetes. Tujuannya menulis buku bukan untuk mempromosikan berenang, melainkan untuk mengurangi bahaya tenggelam. Meskipun demikian, buku tersebut berisi cara belajar gaya dada.
Pada tahun 1696, pengarang Perancis Melchisedech Thevenot menulis buku The Art of Swimming yang menjelaskan berenang gaya dada yang serupa dengan gaya dada sekarang ini. Salah seorang dari pembacanya adalah Benjamin Franklin.
Lomba renang dimulai di Eropa sekitar tahun 1800. Sebagian besar perenang memakai gaya dada. Dalam lomba renang tahun 1844 di London, sejumlah perenang suku Indian ikut serta. Perenang Inggris menggunakan gaya dada sementara perenang suku Indian berenang gaya bebas. Hingga tahun 1873, orang Inggris lebih senang berenang gaya dada.
Pada tahun 1875, Kapten Matthew Webb berhasil mencatatkan diri sebagai orang pertama yang berenang menyeberangi Selat Inggris. Selat selebar 34,21 km itu diseberanginya dengan berenang gaya dada selama 21 jam 45 menit.
Olimpiade St. Louis 1904 adalah Olimpiade yang pertama kali mempertandingkan nomor gaya dada secara terpisah untuk jarak 440 yard (402 m). Pada waktu itu diperlombakan nomor gaya dada, gaya punggung, dan gaya bebas.

3. Teknik Latihan Cara Renang Gaya Dada Dengan Baik dan Benar Beserta Gambarnya :

a.Teknik Meluncur

Teknik ini merupakan awalan dari berenang, jika Anda dapat melakukan ini dengan baik maka dalam perlombaan Anda mempunyai awalan yang lebih jauh dari peserta lain. Untuk melakukan latihan tenik meluncur, berikut ini caranya.

1). Badan berdiri tegak dan menempel di pinggir kolam renang, kemudian satu kaki Anda harus menempel pada bagian samping dinding kolam renang.
2). Langkah kedua posisi badan harus membungkuk sejajar permukaan air dan posisi kedua tangan lurus kearah depan kemudian menghimpit kepala lurus dengan daun telinga.
3). Ketiga yaitu untuk mendapatkan luncuran yang jauh dan cepat maka kaki Anda harus mendorong dengan kuat. Setelah meluncur posisi kaki, tangan dan tubuh harus lurus sejajar permukaan Air dan jangan lupa untuk menjaga keseimbangan badan.

b. Teknik Latihan Gerakan Kaki Pada Renang Gaya Katak

Cara melatih gerakan kaki pada gaya katak ini sangat penting, karena dengan gerakan kaki yang benar maka dapat menambah kecepatan kita saat berenang. Selain dilatih di kolam renang, usahakan untuk olahraga lari. Karena itu dapat membantu Anda dalam melatih ketahanan kaki saat berenang.

Berikut ini cara melatih gerakan kaki saat berenang gaya katak.
  • Pertama setelah meluncur posisi badan harus terlungkup sejajar dengan air kolam.
  • Langkah kedua tarik kaki secara bersamaan ke samping, kemudian kaki diluruskan kembali seperti posisi kaki katak saat berenang.
  • Ketiga lakukan lecutan saat kaki akan melakukan gerakan menutup.
  • Lakukan gerakan tersebut dengan santai agar gerakannya benar, kemudian lakukan secara berulang sampai benar, atau lihat gambar dibawah ini.

c. Teknik Latihan Gerakan Tangan Pada Renang Gaya Dada

Latihan teknik gerakan tangan renang gaya dada juga penting, karena selain gerakan kaki dorongan saat berenang juga dihasilkan dari ayunan kedua tangan. Pada saat mengambil nafas juga diperlukan gerakan tangan yang benar agar air tidak masuk saat kita bernafas, berikut ini teknik latihan gerakan tangan renang gaya dada.
  • Setelah meluncur kemudian Anda harus meluruskan kedua tangan dan kepala sejajar dengan permukaan air.
  • Kedua lakukan gerakan menarik kedua tangan ke arah dada, pada saat itu Anda juga harus secara bersamaan mendayung air dengan kedua telapak tangan, lihat gambar dibawah ini.

d. Teknik Gerakan Mengambil Nafas Pada Renang Gaya Dada
Teknik bernafas pada gaya dada sangat penting dilatih, karena jika kita tidak dapat mengambil nafas dengan benar maka dapat mengakibatkan tenaga kita cepat habis dan akhirnya membuat gerakan kita lebih lambat. Yang perlu diperhatikan dalam mengambil nafas adalah kepala harus naik keatas permukaan air saat menghirup udara, hal ini dilakukan ketika tangan diayunkan kebelakang dan condong kebawah. Karena gerakan tersebut dapat membuat badan sedikit terangkat dan memudahkan untuk bernafas, setelah itu buang nafas didalam air secara pelan pelan.


Bola Kecil (Bola Kasti)

Pengertian Permainan Bola Kasti dan Peraturan-peraturannya


Kasti merupakan salah satu jenis permainan bola kecil beregu. Kasti merupakan bentuk permainan tradisional yang mengutamakan beberapa unsur kekompakan, ketangkasan dan kegembiraan.

Permainan ini biasa dilakukan di lapangan terbuka, pada anak-anak usia sekolah dasar, permainan ini bisa melatih kedisiplinan diri serta memupuk rasa kebersamaan dan solidaritas antar teman. Agar dapat bermain kasti dengan baik kita dituntut memiliki beberapa keterampilan yaitu memukul, melempar, dan menangkap bola serta kemampuan lari.
Kasti dimainkan oleh 2 regu, yaitu regu pemukuldan regu penjaga. Permainan kasti sangat mengandalkan kerjasama pemain dalam satu regu.

Teknik Dasar Permainan Kasti

Agar dapat bermain kasti dengan baik kita dituntut menguasai teknik dasar bermain kasti. Adapun teknik dasar permainan kasti ada 3, yaitu teknik melempar, menangkap, dan memukul bola.

Teknik Melempar Bola

Melempar Bola Menyusur Tanah

Cara melakukan:

·         Bola dipegang pada pangkal ruas jari tangan
·         Posisi badan membungkuk
·         Ayunan lengan belakang ke depan melalui bawah
·         Bola dilempar menyusur tanah ke sasaran


Melempar Bola Mendatar
melempar bola mendatar
Cara melakukan:

·         Bola dipegang pada pangkal ruas jari tangan, diantara jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Sedangkan jari kelingking dan ibu jari mengontrol bola agar tidak jatuh
·         Badan condong ke belakang, ayunan lengan dari bawah ke atas

·         Bola dilempar mendatar setinggi dada ke arah sasaran
    lapangan bola kasti

    Melempar Bola Melambung

    bola melambung
    Cara melakukan:

    ·         Bola dipegang pada pangkal ruas jari tangan, diantara jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Sedangkan jari kelingking dan ibu jari mengontrol bola agar tidak jatuh
    ·         Badan condong ke belakang, ayunan lengan dari bawah ke atas
    ·         Melempar dengan tangan terkuat. Apabila melempar dengan tangan kanan, maka kaki kiri berada di depan, begitu sebaliknya.
    ·         Bola dilempar melambung diikuti gerakan lanjutan dengan melangkahkan kaki k;belakang ke depan.
    ·         Pandangan mata ke arah sasaran lemparan


    Melempar Bola Memantul Tanah

    melempar bola ketanah
    Cara melakukan:

    ·         Posisi kaki ditekuk dan badan condong ke depan
    ·         Ayunan lengan ke arah depan bawah
    ·         Bola dilempar memantul tanah ke sasaran


    Teknik Menangkap Bola

    menangkap bola
    Teknik menangkap bola kasti ada 4 macam, yaitu:

    ·         Menangkap Bola Mendatar
    ·         Menangkap Bola Melambung
    ·         Menangkap Bola Menyusur Tanah
    ·         Menangkap Bola Memantul Tanah

    Cara melakukan 4 teknik ini pada dasarnya sama, yaitu

    ·         Pandangan mata tertuju pada arah datangnya bola
    ·         Menangkap dengan kedua tangan dengan kedua telapak tangan dibuka membentuk setengah bola
    ·         Saat perkenaan bola pertama dengan telapak tangan, diikuti sedikit tarikan tangan ke belakang.


    Teknik Melambungkan Bola

    melambungkan bola
    Teknik melambungkan bola digunakan untuk memberikan umpan yang baik kepada pemukul.

    Cara melakukan:

    ·         Berdiri tegak. Jika melempar dengan tangan kanan, maka kaki kanan berada di depan
    ·         Bola dipegang dengan tangan kanan di depan paha kanan
    ·         Badan condong ke depan
    ·         Putar lengan kanan (yang memegang bola) ke belakang 360°
    ·         Langkahkan kaki kiri ke depan, ayunkan lengan ke depan dan lepaskan bola saat berada di samping paha kanan disertai lecutan pergelangan tangan


    Teknik Memukul Bola

    teknik memukul bola

    Cara melakukan:

    ·         Pegang alat pemukul di bagian yang lebih kecil dengan satu tangan
    ·         Berdiri menyamping sehingga pelambung berada di samping kiri pemukul
    ·         Kedua kaki dibuka selebar bahu
    ·         Letakkan alat pemukul di atas bahu sebelah kanan dengan siku tangan yang memegang alat pemukul ditekuk
    ·         Pandangan ke arah pelambung dan datangnya bola
    ·         Ayunkan alat pemukul dengan meluruskan siku disertai lecutan pergelangan tangan saat bola dalam jangkauan pukulan
    ·         Diikuti gerakan lanjutan dengan melangkahkan kaki belakang ke depan

    Adapun beberapa teknik memukul bola adalah sebagai berikut ini:

    ·         Memukul Bola Mendatar
    ·         Memukul Bola Melambung
    ·         Memukul Bola Memantul Tanah
    ·         Peraturan Permainan Kasti

    Lapangan Permainan Kasti. Lapangan kasti berbentuk persegi panjang dengan ukuran:

    ·         Panjang: 60 – 70 meter
    ·         Lebar: 30 meter
    ·         Ruang hinggap: 3
    ·         Ruang bebas: 1


    Peralatan Permainan Kasti

    ·         Pemukul: terbuat dari kayu
    ·         Bola Kasti: terbuat dari karet

    peralatan kasti
     Peraturan Permainan Kasti

    ·         Jumlah Pemain. Jumlah pemain kasti tiap regu adalah 12 orang, dengan salah satu pemain bertindak sebagai kapten. Setiap pemain wajib mengenakan nomor dada dari 1 sampai 2.
    ·         Waktu Permainan.
    ·         Waktu permainan dilakukan dalam 2 babak. Tiap-tiap babak 20 – 30 menit. Diantara tiap babak diberikan istirahat 15 menit.
    ·         Wasit. Pertandingan kasti dipimpin oleh seorang wasit dibantu 3 orang penjaga garis dan 1 orang pencatat waktu.

    Regu Pemukul

    ·         Setiap pemain berhak memukul satu kali, kecuali pemain terakhir berhak memukul sampai 3 kali.
    ·         Sesedah memukul, alat pemukul harus diletakkan di dalam ruang pemukul. Apabila alat pemukul diletakkan di luar, maka pemain tersebut tidak mendapatkan nilai, kecuali jika ia segera meletakkannya di dalam ruang pemukul.
    ·         Pukulan dinyatakan benar apabila bola yang dipukul melampaui garis pukul, tidak jatuh di ruang bebas, dan tidak mengenai tangan pemukul.

    Regu Penjaga

    Regu penjaga bertugas:

    ·         Mematikan lawan dengan cara melemparkan bola ke pemukul atau menangkap langsung bola yang dipukul melambung oleh regu pemukul.
    ·         Membakar ruang bebas dengan cara menempati ruang bebas jika kosong

    Pelambung
    Pelambung bertugas:

    ·         Melambungkan bola sesuai permintaan pemukul
    ·         Jika bola yang dilambungkan oleh pelambung tidak sesuai dengan permintaan pemukul, maka pemukul boleh untuk tidak memukulnya. Jika ini terjadi sampai 3 kali berturut-turut maka pemukul dapat berlari bebas ke tiang pemberhentian pertama.

    Pergantian Tempat

    ·         Pergantian tempat antara regu pemukul dan regu penjaga terjadi apabila:
    ·         Salah seorang regu pemukul terkena lemparan bola
    ·         Bola pukulan regu pemukul ditangkap langsung oleh regu penjaga sebanyak 3 kali berturut-turut.
    ·         Alat pemukul lepas ketika memukul

    Cara Mendapatkan Nilai

    ·         Pemain berhasil memukul bola, kemudian lari ke pemberhentian I, II, III, dan ruang bebas secara bertahap, mendapat nilai 1.
    ·         Pemain berhasil berlari melewati tiang-tiang pemberhentian dan kembali ke ruang bebas atas pukulannya sendiri, mendapat nilai 2.
    ·         Regu penjaga menangkap langsung bola lambung yang dipukul oleh regu pemukul, mendapat nilai 1.
    ·         Regu yang mendapatkan nilai paling banyak dinyatakan sebagai pemenang.


    Cara Bermain Kasti

    bermain kasti
    ·         Setelah menguasai beberapa teknik dasar permainan kasti dan memahami peraturan permainannya, selanjutnya adalah mempraktikkan bagaimana cara bermain kasti dengan benar. Dalam bermain kasti dibutuhkan kerjasama tim dan rasa tanggung jawab. Selain itu yang paling penting adalah sikap untuk selalu menjaga sportifitas.
    ·         Sebelum memulai bermain kasti, hendaknya ditentukan dulu dua regu yang akan bermain. Tiap-tiap regu berjumlah 12 pemain. Bagi siswa yang belum mendapatkan giliran bermain, hendaknya melihat di sisi lapangan sambil mempelajari kejadian-kejadian di lapangan.